Tampilkan postingan dengan label Radikalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radikalisme. Tampilkan semua postingan

26 Desember 2017

IBNU MULJAM

SEJARAH KELAM PEMBUNUHAN SESAMA MUSLIM YANG TAK PERNAH TERLUPAKAN

Gelombang JARGON Kembali ke Al qur'an dan As Sunnah Sangat Deras Sekali . Sebuah fenomena ???

Akankah terulang Sejarah Akhir priode khulafaur rosyidin di NKRI yg kita cintai .... ?

_“Hukum itu milik Alloh, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu.”_

Itulah teriakan Abdurrohman bin Muljam Al Murodi (Khowarij) ketika menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib, _karomallohu wajhah_ pada saat bangkit dari sujud sholat Shubuh pada 19 Romadlon 40 H itu.

Abdurrohman bin Muljam menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib dengan pedang yang sudah dilumuri racun yang dahsyat. Racun itu dibelinya seharga 1000  Dinar.
Tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib mengalami luka parah, tapi beliau masih sedikit bisa bertahan. 3 hari berikutnya (21 Romadlon 40 H) nyawa sahabat yang telah dijamin oleh Rosululloh SAW menjadi penghuni surga itu hilang di tangan seorang muslim yang selalu merasa paling Islam.

Sayyidina Ali dibunuh setelah dikafirkan.
Sayyidina Ali dibunuh setelah dituduh tidak menegakkan hukum Alloh.

Sayyidina Ali dibunuh atas nama hukum Alloh.
Itulah kebodohan dan kesesatan orang Khowarij yang saat ini masih ngetrend ditiru oleh sebagian umat muslim.

Tidak berhenti sampai di situ, saat melakukan aksinya Ibnu Muljam juga tidak berhenti membaca Surat _Al Baqarah_ ayat 207 sebagai pembenar perbuatannya:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ
_“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridloan Alloh; dan Alloh Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.”_

Maka sebagai hukuman atas kejahatannya membunuh kholifah Ali, Ibnu Muljam kemudian dieksekusi mati dengan cara _qishos_ . Proses hukuman mati yang dijalankan terhadap Ibnu Muljam juga berlangsung dengan penuh dramatis. Saat tubuhnya diikat untuk dipenggal kepalanya dia masih sempat berpesan kepada algojo:

_“Wahai Algojo, janganlah engkau penggal kepalaku sekaligus. Tetapi potonglah anggota tubuhku sedikit demi sedikit hingga aku bisa menyaksikan anggota tubuhku disiksa di jalan Alloh.”_

Ibnu Muljam meyakini dengan sepenuh hati bahwa aksinya membunuh suami _Sayyidah_ Fathimah, sepupu Rosululloh, dan ayah dari Sayyid Al-Hasan dan Al-Husein itu adalah sebuah aksi _jihad fi sabilillah._

Seorang ahli surga  meregang nyawa di tangan seorang muslim yang meyakini aksinya itu adalah di jalan kebenaran demi meraih surga Alloh.

Potret Ibnu Muljam adalah realita yang terjadi pada sebagian umat Islam di era modern. Generasi pemuda yang mewarisi Ibnu Muljam itu giat memprovokasikan untuk berjihad di jalan Alloh dengan cara memerangi, dan bahkan membunuh nyawa sesama kaum muslimin.

Siapa sebenarnya Ibnu Muljam? Dia adalah lelaki yang _sholih_ , _zahid_ dan bertakwa dan mendapat julukan _Al-Muqri’_ . Sang pencabut nyawa Sayyidina Ali itu seorang _hafidz_  (penghafal Alquran) dan sekaligus orang yang mendorong sesama muslim untuk menghafalkan kitab suci tersebut.

_Kholifah_ Umar bin Khottob pernah menugaskan Ibnu Muljam ke Mesir untuk memenuhi permohonan ‘Amr bin ‘Ash untuk mengajarkan hafalan Alquran kepada penduduk negeri piramida itu. Dalam pernyataannya, Kholifah Umar bin Khottob bahkan menyatakan:
“Abdurrohman bin Muljam, salah seorang ahli Alquran yang aku prioritaskan untukmu ketimbang untuk diriku sendiri. Jika ia telah datang kepadamu maka siapkan rumah untuknya untuk mengajarkan Alquran kepada kaum muslimin dan muliakanlah ia wahai ‘Amr bin ‘Ash” kata Umar.

Meskipun Ibnu Muljam hafal Alquran, bertaqwa dan rajin beribadah, tapi semua itu tidak bermanfaat baginya. Ia mati dalam kondisi su’ul khotimah, tidak membawa iman dan Islam akibat kedangkalan ilmu agama yang dimilikinya. Afiliasinya kepada sekte Khowarij telah membawanya terjebak dalam pemahaman Islam yang sempit. Ibnu Muljam menetapkan klaim terhadap surga Alloh dengan sangat tergesa-gesa dan dangkal. Sehingga dia dengan sembrono melakukan aksi-aksi yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama Islam. Alangkah menyedihkan karena aksi itu diklaim dalam rangka membela agama Alloh dan Rosululloh.

Sadarkah kita bahwa saat ini telah lahir generasi-generasi baru Ibnu Muljam yang bergerak secara massif dan terstruktur. Mereka adalah kalangan sholeh yang menyuarakan syariat dan pembebasan umat Islam dari kesesatan. Mereka menawarkan jalan kebenaran menuju surga Alloh dengan cara mengkafirkan sesama muslim. Ibnu Muljam gaya baru ini lahir dan bergerak secara berkelompok untuk meracuni generasi-generasi muda Indonesia. Sehingga mereka dengan mudah mengkafirkan sesama muslim, mereka dengan enteng menyesatkan kiyai dan ulama.

Raut wajah mereka memancarkan kesalehan yang bahkan tampak pada bekas sujud di dahi. Mereka senantiasa membaca Alquran di waktu siang dan malam. Namun sesungguhnya mereka adalah kelompok yang merugi. Rasulullah dalam sebuah hadits telah meramalkan kelahiran generasi Ibnu Muljam ini:

_"Akan muncul suatu kaum dari umatku yang pandai membaca Alquran dengan lisan mereka tetapi tidak melewati tenggorokan mereka,  mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya."_ (Shohih Muslim, hadits No.1068)

Kebodohan mengakibatkan mereka merasa berjuang membela kepentingan agama Islam padahal hakikatnya mereka sedang memerangi Islam dan kaum muslimin.

Wahai kaum muslimin, waspadalah pada gerakan generasi Ibnu Muljam. Mari kita siapkan generasi muda kita agar tidak diracuni oleh golongan Ibnu Muljam gaya baru. Islam itu agama _Rohmatan Lil Alamin_ . Islam itu agama keselamatan. Islam itu merangkul, dan bukan memukul.

اللهم اهدنا و احفظنا والمسلمين في كل مكان ،  آمين...

24 Desember 2017

CARA ISIS MERADIKALISASI TKI

Peneliti Beberkan Cara ISIS Meradikalisasi TKI lewat Medsos

Oleh : Gilang Ramadhan

Seorang buruh migran di Hongkong berinisial AK mengalami proses radikalisasi hanya dalam waktu tiga bulan. AK dideportasi ke Indonesia karena mengibarkan bendera ISIS dan mengunggah ke medsos.

KBR, Jakarta - Kelompok teroris ISIS memanfaatkan media sosial secara cepat dan tepat untuk merekrut simpatisan atau mengubah seseorang menjadi radikal.

Peneliti dari Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Solahudin menyatakan pola perekrutan buruh migran yang terlibat kelompok ISIS paling banyak dilakukan melalui media sosial. Menurutnya, proses radikalisasi melalui media sosial sangat intensif dan cepat.

Solahudin---yang pernah menjadi peneliti di International Crisis Group (ICG) Asia Tenggara bersama Sidney Jones---mencontohkan ada seorang buruh migran yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Hongkong berinisial AK mengalami proses radikalisasi hanya dalam waktu tiga bulan. 

AK kemudian dideportasi ke Indonesia karena merekam video ia mengibarkan bendera ISIS lalu mengunggahnya ke media sosial.

"Sejak dia terpapar paham radikal dia mulai aktif menjadi anggota berbagai kelompok diskusi. Ia pun berafiliasi dengan kelompok ISIS. Dia banyak bergabung dengan channel Telegram, bergabung dengan banyak private chat, bahkan dia belakangan juga menjadi admin beberapa private chat," kata Solahudin di Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Solahudin mengatakan, ISIS sangat pintar dalam mengelola isu menggunakan media sosial. Dari penelitian Solahuddin, ada lebih dari 600 kanal berbahasa Indonesia di Telegram yang berafiliasi dengan ISIS. Selain itu ada lebih dari 30 grupprivate chat berbahasa Indonesia di Telegram yang juga berafiliasi dengan ISIS.

Menurut Solahudin, orang yang bergabung dengan grup tersebut setiap harinya akan terpapar materi radikalisme dengan intensif. Satu kanal di Telegram misalnya, kata Solahuddin, setiap hari menyebarkan 50 sampai 150 materi radikalisme.

"Ini menunjukkan ada percepatan proses radikalisasi. Dalam waktu hanya hitungan bulan seseorang bisa terpengaruh," kata Solahuddin.

Laporan terakhir Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) menemukan 45 orang buruh migran Indonesia terlibat dengan kelompok ISIS di Hongkong. Bahkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan radikalisasi terhadap buruh migran tak hanya terjadi di Hongkong, tapi juga di Taiwan, Korea Selatan, Singapura dan Malaysia.

TKI Jadi Korban

Ketua International Migrants Alliance(IMA), Eni Lestari menilai pola penyebaran radikalisme melalui media sosial menjadi ancaman baru bagi buruh migran Indonesia. 

Sebelumnya pola yang sama juga menjadikan buruh migran sebagai korban dari sindikat narkoba, penipuan uang dan penipuan berkaitan dengan kejahatan seksual.

Eni mengatakan, kondisi buruh migran khususnya perempuan sudah rentan bahkan sebelum berangkat bekerja ke negara tujuan, karena faktor keterpaksaan dan ekonomi. 

Kondisi tersebut ditambah dengan tekanan dari agen penyalur dan tak jarang dari majikan. Media sosial kemudian menjadi salah satu tempat menyalurkan ekspresi mereka.

"Sosial media inilah yang memainkan peran, karena siapapun yang mendekati perempuan-perempuan migran ini mereka tahu benar siapa yang mau disasar. Umumnya dari teman-teman ini, karena mereka terisolasi di rumah majikan. Enam hari dalam seminggu, bahkan ada yang tujuh hari dalam seminggu dan 24 jam sehari dia tak bisa keluar dari rumah. Dia sering mengeluarkan keluh kesahnya di sosial media," kata Eni melalui telewicara dalam diskusiInvestigaTalk yang digelar JARING, KBR dan CNN Indonesia, di Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Eni menyayangkan sejumlah buruh migran terlibat dengan kelompok ISIS di Hongkong. Bahkan diantaranya harus berurusan dengan proses hukum. Eni mengatakan kondisi tersebut menambah stigma dari masyarakat Hongkong terhadap buruh migran Indonesia.

Meski demikian, Eni meminta semua pihak untuk menempatkan buruh migran yang terlibat kelompok ISIS sebagai korban. 

Ia berharap Pemerintah Indonesia bisa melakukan deradikalisasi terhadap buruh migran yang terlibat kelompok ISIS serta melakukan pencegahan agar buruh migran lainnya tidak terpapar radikalisasi.

Eni mengatakan, organisasinya masih melakukan investigasi terkait motif yang bisa digunakan untuk mengajak buruh migran mendukung ISIS. 

Berbeda dengan sindikat narkoba yang mengajak buruh migran, khususnya perempuan, dengan iming-iming dijadikan isteri serta menjamin ekonomi seluruh keluarganya.

Editor: Agus Luqman 

© 2016 kbr.id, All rights reserved.

16 Desember 2017

MAHFUD MD: INDONESIA MULAI DIRUSAK PENDIDIKAN RADIKAL EKSKLUSIF TIMTENG

Bandung - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD khawatir Indonesia menjadi negara konflik layaknya di Suriah. Karena itu, ia mengajak masyarakat Indonesia menjaga kebinekaan.

Hal itu diungkapkan Mahfud saat diskusi kebinekaan dalam pergelaran Desember Light Fest 2017, yang digagas Aliansi Kebhinnekaan Jawa Barat, di gedung Graha Pos, Jalan Banda, Kota Bandung, Jabar, Jumat (15/12/2017).

"Mari kita jaga kebersatuan karena kalau seperti di Suriah, kita akan menyesal. Mumpung belum terjadi, mari kita bina," ucap Mahfud dalam diskusi bertema 'Membukukan Wacana Kebhinnekaan' tersebut.

Mahfud mengakui saat ini memang tengah ada godaan untuk merusak kebinekaan melalui paham radikal. Menurutnya, ada kelompok yang ingin mengubah bangsa Indonesia menjadi negara agama.

"Indonesia yang selama ini rukun dan damai mulai dirusak radikal eksklusif yang datang dari pendidikan Timur Tengah. Ingin membangun negara agama seakan-akan kita nggak beragama. Itu bahaya kalau sampai terjadi seperti Timur Tengah, Suriah, Afghanistan, dan Pakistan. Nggak pernah aman, setiap hari ada bom," tuturnya.

Karena itu, pihaknya turut mengajak warga sama-sama membina dan menjaga kebinekaan tersebut. Jadi gangguan apa pun yang dapat merusak bisa ditangani bangsa Indonesia.

Acara Desember Light Fest sendiri merupakan acara yang digagas sejumlah komunitas di Jabar. Dengan mengangkat tema kebinekaan, penyelenggara berharap terjaminnya suatu komitmen yang solid antar-komunitas dan tokoh nasional.

"Kita ini di Indonesia punya banyak sekali keragaman kebinekaan, itu kepunyaan kita, tapi sering kali wacana kebinekaan itu biasanya disampaikan dalam bentuk filosofis, kelas seminar. Nah yang kita buat sekarang ini bagaimana urusan kebinekaan renyah dikunyah oleh berbagai kalangan karena yang mengalami wacana kebinekaan," kata ketua pelaksana Agus Leonardo. (asp/asp)

(Sumber: https://m.detik.com/news/berita/3771403/mahfud-indonesia-mulai-dirusak-pendidikan-radikal-eksklusif-timteng)