Tampilkan postingan dengan label PILPRES 2019. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PILPRES 2019. Tampilkan semua postingan

25 Maret 2019

CARA MENGAJAK MEMILIH PEMIMPIN YANG BAIK



Tentang memilih Presiden. Itu terserah aja. Kali ini saya mau ngomong soal pilihan lain . Tapi tetap menyangkut Pak Jokowi dan Pak Prabowo.

Dari jawaban inilah kita tahu , apakah kita masih bisa berfikir Cerdas dan Sehat?

1 . Misalnya, anda seorang Istri, anda mau punya Suami yang seperti apa ? Seperti Pak Jokowi atau seperti Pak Prabowo ?

2 . Misalkan anda punya Keluarga, anda mau Keluarga yang kayak gimana? Seperti Keluarga Pak Jokowi atau seperti keluarga Pak Prabowo ?

3 . Misalkan anda punya Karir, anda ingin mencontoh siapa ? Mencontoh Karir Pak Jokowi atau karir Pak Prabowo ?

4 . Jika anda seorang berAgama. Anda maunya berAgama seperti siapa ? Seperti Pak Jokowi atau seperti Pak Prabowo ?

5 . Misalkan anda punya Putra - Putri , anda mau Putramu tumbuh seperti siapa ? Seperti Putra - Putrinya Pak Jokowi, Atau seperti putranya Pak Prabowo.

6 . Misalkan anda punya Atasan, anda mau sifat atasanmu seperti apa ? Seperti Pak Jokowi atau seperti Pak Prabowo .

7 . Misalkan anda seorang Ulama, Pendeta ( Tokoh Agama ) anda nyaman dan mau berdiskusi dengan orang yang seperti apa? Seperti Pak Jokowi atau seperti Pak Prabowo.

8 . Jika anda mau mencari Teladan kehidupan , anda mau mencontoh siapa ? Mencontoh Pak Jokowi atau mencontoh Pak Prabowo.

9 . Jika anda jadi orang tua, Anda mau sifat² anak-anakmu seperti siapa? Seperti Pak Jokowi atau seperti Pak Prabowo .

Nah, jawaban dari semua pertanyaan ini , menandakan apakah kita bisa berfikir Sehat?

Sebarkan cara memilih pemimpin yang baik ini, karena ini merupakan cara paling mendasar dalam menentukan Calon Pemimpin Kita Lima Tahun kedepan.


SAHROJI,S.Pd.I

Caleg DPRD Provinsi Jateng
Dapil XII Brebes, Tegal dan Kota Tegal
Partai PKB
Nomor Urut 11

11 Maret 2019

ELEKTABILITAS JOKOWI TERSERANG HOAX

Akui Elektabilitas Jokowi Turun Akibat Diserang Hoax, TKN: Tapi Tak Anjlok

Presiden Petahana, Joko Widodo (Jokowi) sempat menyebut jika elektabilitasnya sempat turun di beberapa daerah akibat hoax. Pernyataan Jokowi itu dibenarkan Wakil Ketua TKN Arsul Sani, namun menurutnya penurunan elektabilitas Jokowi akibat hoax tidak lah signifikan.



"Ada penurunan, tetapi juga tidak kemudian anjlok. Ada lah beberapa poin aja. Nggak, cuma yang jelas di bawah 3 persen lah," kata Wakil Ketua TKN Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Arsul mengaku tak khawatir dengan adanya penurunan elektabilitas ini. Menurutnya, pihaknya akan lebih menggencarkan kampanye door to door di waktu yang tersisa.
"Nggak ada istilah khawatir. Soal bahwa ada di daerah-daerah tertentu elektabilitas turun itu kami sikapi positif. Positif itu dalam arti ya kita harus kerja keras lagi secara infantri. Door to door, micro canvassing, micro targettingnya ya harus lebih diintensifkan. Itu aja yang kita lakukan," ungkapnya.

Menurut Arsul, elektabilitas Jokowi juga mengalami peningkatan di beberapa daerah. Politikus PPP ini menilai elektabilitas capres nomor urut 01 itu meningkat di Jawa Barat jika dibandingkan dengan tahun 2014 lalu.

"Karena ada yang meningkat juga elektabilitasnya. Pada umumnya di Jawa Barat itu secara umum meningkat elektabilitas Pak Jokowi, kalau komparasinya dengan 2014 gitu lho. Kan 2014 itu kan Pak Jokowi kalahnya 20 poin kan itu. Kalau sekarang itu ada di daerah-daerah yang bahkan Pak Jokowi sudah unggul, tapi masih ada yang ketinggalan. Tapi saya kira pada kisaran 3 persen ke bawah," imbuhnya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan saat ini penyebaran hoax sudah dilakukan secara terang-terangan dari rumah ke rumah. Ia meminta para relawan aktif menangkal berbagai isu hoax yang menyebar di masyarakat.

"Terakhir kita ini tinggal 36 hari, di banyak daerah, banyak elektabilitas kita turun karena kabar fitnah, kabar bohong dan hoax, oleh karena itu, kita ingin respons cepat. Karena ini nggak hanya dari medsos, tapi ini sudah door to door," kata Jokowi di Festival Satu Indonesia, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (10/3).(azr/nvl)

Sumber: https://m.detik.com/news/berita/d-4462844/akui-elektabilitas-jokowi-turun-akibat-diserang-hoax-tkn-tapi-tak-anjlok?_ga=2.69666256.1146595134.1552313561-445422293.1552161039


SAHROJI,S.Pd.I

CALEG DPRD PROVINSI JATENG
DAPIL BREBES,TEGAL DAN KOTA TEGAL
PARTAI PKB
NOMOR URUT 11

LAWAN HOAX, JANGAN DIAM...!


Capres nomor urut 01 Jokowi menghadiri Deklarasi Alumni Jabar Ngahiji, Minggu (10/3/2019) di Monumen Perjuangan (Monju)? Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Jawa Barat. 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widdodo (Jokowi) menghadiri Deklarasi Alumni Jabar Ngahiji di Monumen Perjuangan (Monju)‎ Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/3/2019).
Pantauan Tribunnews.com, di lokasi sudah ada ribuan pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin yang sudah menunggu kehadiran Jokowi sedari pagi.
Melihat Jokowi hadir, ribuan warga heboh ingin melihat langsung sosok Jokowi.
Beberapa dari mereka, ada yang beruntung bisa salaman hingga berswafoto dengan Jokowi meski sebelumnya harus berjejalan.

Menyambut kehadiran Jokowi, panitia mengajak warga menyanyikan lagu : Halo-Halo Bandung serta Indonesia Raya.
Acara diiisi dengan pembacaan deklarasi dari perwakilan alumni, Nila Oktaviani.
"Kami ‎rakyat Jabar Ngahiji terdiri dari alumni Perguruan Tinggi (PT), SMA, Relawan, Komunitas dan Masyarakat Jabar meneguhkan tekat kami bersama untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019," kata Nila.
Capres nomor urut 01 Jokowi menghadiri Deklarasi Alumni Jabar Ngahiji, Minggu (10/3/2019) di Monumen Perjuangan (Monju)? Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Jawa Barat. (TRIBUNNEWS.COM/THERESIA FELISIANI)
"Kami bertekad akan memerangi hoaks, fitnah, kebohongan dan upaya menghancurkan kokohnya benteng Pancasila. Kami bertekat jaga Jokowi- Maruf Amin dengan sepenuh hati," ujarnya.
"Kami bertekad jaga tanah air yang kami cintai ini. Semoga Allah meridhoi dan memberkati tekat kami ini, Bandung 10 Maret 2019," kata Nila Oktaviani membacakan deklarasi.
Jokowi mengucapkan terima kasih atas dukungan para ‎alumni PT di Jawa Barat, alumni SMA di Bandung dan Jawa Barat pada dirinya dan Ma'ruf Amin.

Dia juga berpesan jangan sampai negara besar seperti Indonesia‎ diserahkan kepada sosok pemimpin yang belum berpengalaman dalam memimpin pemerintahan.
"‎Kita negara besar, penduduknya 260 juta jiwa. Kita sadar mengelola negara besar Indonesia tidak mudah. Saya sangat beruntung sekali diberikan, dimudahkan oleh Allah punya pengalaman dari bawah," kata Jokowi.
"Dua kali jadi Wali Kota, Gubernur DKI dan Presiden. Jadi perlu saya ingatkan, jangan berikan kepada yang belum berpengalaman. Hati-hati, 260 juta penduduk itu tanggung jawab kita semua. Kalau diberikan kepada yang belum berpengalaman, bagaimana jadinya," tutur Jokowi yang langsung disambut meriah oleh para pendukung.
‎Kepada masyarakat Jabar, para pendukungnya, Jokowi berpesan sebagai kaum intelektual, para pendukung harus berani melawan hoax dan fitnah yang kini tidak lagi melalui media sosial tapi door to door.

"Yang namanya hoaks, kabar fitnah, sudah dari rumah ke rumah, door to door berbahaya bagi persatuan dan kerukunan kita. Harus berani kita lawan, perangi, jangan diam," tegasnya.
Jokowi juga sempat curhat soal dirinya yang diserang dengan fitnah: jika kembali terpilih maka azan akan dilarang dan pendidikan agama akan dihapuskan.
Menanggapi itu, man‎tan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku tidak habis pikir dengan yang membuat dan menyebarkan fitnah karena sama sekali tidak masuk logika.
"Logikanya seperti apa, fitnah. Masa katanya nanti pendidikan agama akan dihapuskan," tambahnya.(*)

Sumber: http://jateng.tribunnews.com/2019/03/10/jokowi-jangan-berikan-indonesia-pada-yang-belum-berpengalaman-lawan-hoaks-jangan-diam?page=2

SAHROJI,S.Pd.I

CALEG DPRD PROVINSI JATENG
DAPIL BREBES,TEGAL DAN KOTA TEGAL
PARTAI PKB
NOMOR URUT 11

SURVEI SMRC, JOKOWI 54,9 PERSEN

Survei Terbaru SMRC - Elektabilitas Jokowi-Maruf 54,9 Persen, Prabowo-Sandiaga 32,1 Persen

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting(SMRC) menunjukkan bahwa elektabilitas calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih tinggi ketimbang pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.




"Ini temuan yang signifikan, nyata dan jelas meyakinkan bahwa calon yabg satu lebih unggul atas calon lain," ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam jumpa pers di Kantor SMRC Jakarta, Minggu (10/3/2019).
SMRC melakukan survei kepada 1.426 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.
Peneliti menanyakan, seandainya pemilu dilakukan sekarang, siapa pasangan capres dan cawapres yang akan dipilih.

Hasilnya, 54,9 persen memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf. Sementara, pemilih pasangan Prabowo-Sandi sebesar 32,1 persen.
Kemudian, sebanyak 13,0 persen menyatakan tidak tahu atau merahasiakan pilihannya.
"Selisih keduanya sekitar 23 persen, bila pilpres dilakukan saat survei," kata Deni.
Pengumpulan data dalam survei ini berlangsung pada 24-31 Januari 2019.
Penelitian ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan melibatkan 1.426 responden.
Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka.
Adapun, margin of error dalam penelitian ini lebih kurang 2,65 persen.(*)

Sumber: http://jateng.tribunnews.com/2019/03/10/survei-terbarusmrc-elektabilitas-jokowi-maruf549-persen-prabowo-sandiaga321-persen

SAHROJI,S.Pd.I

CALEG DPRD PROVINSI JATENG
DAPIL BREBES,TEGAL DAN KOTA TEGAL
PARTAI PKB
NOMOR URUT 11

08 Maret 2019

PERJUANGAN JOKOWI

DEMI INDONESIA BACALAH.


PERTARUNGAN JOKOWI LAWAN  NEGARA TAMAK DIDUKUNG OLEH ORANG-ORANG TAMAK INDONESIA YANG MEMANFAATKAN ORANG-ORANG BODOH UNTUK KEKUASAAN DAN DUIT.

Ini kiriman dari teman yang tinggal di Australia, certanya sangat masuk aka. Mari kita berpikir cerdas dan sebaiknya di share ke yg lain.

JADILAH RELAWAN CERDAS !!!

Baca info penting dibawah ini sampai selesai, agar paham dan tidak mudah di adu domba, dipecah belah.
Perjuangan jokowi sudah Sangat Berat.
Beliau berjuang di "Level Tertinggi ", dan Masih disibukkan oleh Aktifitas kerjanya yang super sibuk dan sangat padat.
Apa sih perjuangan "Level Tertinggi" jokowi ??

Begini penjelasanku:

Pertarungan di tingkat Dunia International.

Apa itu ??

Musuh Utama Jokowi dan seluruh rakyat Indonesia yang sebenarnya adalah Yahudi Amerika Serikat !!
USA harus menjaga Lahan Basahnya untuk memelihara Nilai Dolarnya yaitu Tambang Emas (GunungEmas Freeport).
Jokowi tetap ngotot bertahan di angka saham 51%, artinya Indonesia berhak untuk menentukan mau APA dan Mau BAGAIMANA dengan tambang emas freeport tersebut.

Maka Yahudi USA dengan susah payah dan sangat serius berusaha mati-matianan MELENGSERKAN JOKOWI.
Mengapa ??

Jika tambang emas gunung Freeport lepas dari USA YAHUDI, maka mereka akan segera Miskin, mereka tidak lagi AdiKuasa. Dollar akan terjun bebas, merosot tajam dan jadi mata uang SAMPAH.

ini mirip dengan kejadian era Soekarno, Yahudi USA pasti mencari Pengkhianat Bangsa yang kala itu mereka dapat adalah sosok Soeharto.
Kebangkitan Orde Baru memang patut di waspadai, akan datang Rezim Neo OrBa, yang berisi orang-orang malas, yang berkuasa penuh/absolut, makan enak, dan perempuan cantik... Siapa yang tidak tergiur ??

Maka Jokowi Main Cerdas,
Jokowi Merapat ke Kekuatan baru Dunia yaitu TIONGKOK.
Walau dia dihujat sana sini, difitnah begono begini, Chinaisasi, pro Cukong, jutaan TKA china dia tetap cuek, dan sebodo amat !!!
Maka jokowi membuka seluas luasnya dan selebar lebarnya, investor dan investasi dari TIONGKOK dan mengekang investor USA dkk nya.

Mengapa harus merapat ke TIONGKOK ??
jokowi nggak mau merapat ke Kekuatan besar lainnya, yaitu RUSIA,
krn jokowi tau dan paham,  indonesia akan bernasib sama dg SURIAH,
coba perhatikan ISIS bisa Masuk kemana saja, tapi ISIS SAMA SEKALI NGGAK ADA DAN NGGAK BISA MASUK KE TIONGKOK !!!!

Feelingku,
Yahudi USA akan jor jor an dalam PilPres 2019, mereka akan gunakan segala cara, termasuk gunakan HACKER klas Wahid, no 1 di dunia untuk masuk dan merubah data di KPU, dan memanipulasi data perolehan suara, (yang jelas untuk kemenangan lawan jokowi),
maka feelingku,

TIONGKOK tak akan tinggal diam, mereka PASTI AKAN BERTARUNG MATI MATIAN MELAWAN YAHUDI USA , karena mereka (TIONGKOK HARUS MELINDUNGI ASET INVESTASINYA),

Tiongkok juga akan jor jor an, akan mendatangkan kontra hacker untuk menjaga kemenangan jokowi, yang memang dicintai oleh sebagian besar rakyat Indonesia yang Waras.

Seru kan ??

Jangan senyum2, tertawa lepas saja, mumpung masih bebas.

Pertarungan tingkat tinggi model gini, yang akan memakan dana luar biasa besar, nggak akan sanggup dilakukan indonesia sendirian menghadapi YAHUDI USA.

lha gimana enggak ?

Jokowi habiskan dana untuk membangun saja, pihak sebelah udah sebar isu Aneh2 ?
Yang PKI lah, yg Non Muslim lah...

Kejamnya kan ?

Tujuannya apa ?

Yaaa, agar jokowi LENGSER,

siapa yang meLENGSERkan ?

Yaaa Bangsanya sendiri, yang sudah berkhianat demi kepentingan YAHUDI USA .
Jadi aku berharap kalian semua paham, SIAPA LAWAN Yang SESUNGGUHNYA,,
siapa musuh didalam selimut?

APA DAN BAGAIMANA PERTARUNGAN YG SEBENARNYA?

tidak sesederhana yang kita bayangkan.
Ini urusan Bangsa !!!
Ini urusan Negara !!!
Yang harus kita dan jokowi PERJUANGKAN untuk diwariskan kpd anak cucu Indonesia.
Bahkan kita dan Jokowi tak akan sempat menikmati hasilnya, KEADILAN DAN KEMAKMURAN BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA  !!!

Maka yg terakhir,,
MARILAH JADI RELAWAN YG CERDAS !!!!
relawan jokowi ?? --> BUKAN !!!
relawan Ahok ?? --> JELAS NGAWUR !!!
lalu ??

Yaaa, JADILAH RELAWAN BANGSA INDONESIA  !!!!
bagaimana caranya menjadi Relawan CERDAS  ??
Begini caranya:

Sementara jokowi bertarung di level tertinggi, maka seharusnya kita sebagai RELAWAN CERDAS harus bisa ikut bertarung dan berjuang di level menengah dan level terrendah.
Apa itu ?? dan bagaimana ??

1) MARI KITA BERUSAHA MEMBUDAYAKAN KEMBALI MORAL PANCASILA, krn bangsa kita kuat krn 5 sila dalam pancasila tsb.
2) Kawal kebijakan2 jokowi yg pro rakyat, seperti KIS, KIP, dan program2 yg lainnya.
3) Bantu awasi Birokrasi yg sering tidak mau dan tidak taat dalam melayani kepentingan Rakyat.
4) Tangkal tindakan2 dan Doktrin2 RADIKALISME dan INTOLERANSI.

Tinggal pilih mau ikut berjuang di level mana ? Tinggal pilih antara no 1 sampai 4 diatas tsb.
Kalau kalian paham, kalau kalian mau dianggap cerdas dan Tidak Bodoh, segera tentukan arah perjuangan mu !!!!
Maka kita tidak salah tempat buat masuk wadah yg tepat Yaitu INDONESIA CERDAS


SAHROJI,S.Pd.I

CALEG DPRD PROVINSI JATENG
DAPIL BREBES,TEGAL DAN KOTA TEGAL
PARTAI PKB
NOMOR URUT 11

06 Januari 2018

TUGAS DAN HAK PENGAWAS LAPANGAN

Tugas Dan Hak Pengawas Pemilu Lapangan (PPL)

Tugas Dan Hak Pengawas Pemilu Lapangan. PPL Atau Bisa disebut dengan Pengawas Pemilu Lapangan adalah petugas pengawas pemilu di desa/kelurahan yang bertugas antara lain mengawasi pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS dan rekapitulasi hasil penghitungan suara di PPS. Berikut adalah Tugas Seorang Pengawas Pemilu Lapangan.

Tugas Pengawas Pemilu Lapangan
Mengawasi pendistribusian perlengkapan pemilu di TPS.
Mengawasi pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

Mengawasi pengumuman hasil penghitungan suara di TPS.
Mengawasi penyampaian kota suara surat suara dari TPS ke PPS.
Menerima laporan dugaan pelanggaran pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

Meneruskan temuan dan laporan dugaan pelanggaran pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pemilu di TPS kepada Panwascam.

Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPPS untuk ditindaklanjuti.
Bersikap tidak diskiminatif dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.

Hak Pengawas Pemilu Lapangan
Menghadiri persiapan, pembukaan TPS serta pelaksanaan pemungutan suara Dan penghitungan suara di dalam TPS.

Mengikuti pemeriksaan terhadap perlengkapan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS.
Menyaksikan pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS.

Meminta penjelasan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS kepada Ketua KPPS.

Mengajukan keberatan atas terjadinya kesalahan dan/atau pelanggaran dalam pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara ke KPPS.
Menerima Salinan DPT, DPTb, DPK dan DPKTb serta;

Menerima salinan Formulir Model C, Model C1 dan Lampirannya.