Tampilkan postingan dengan label PALESTINA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PALESTINA. Tampilkan semua postingan

25 Desember 2017

TURKI MEMILIKI BUKTI SERTIFIKAT TANAH DI AL-QUDS

Israel Ketakutan, Turki Miliki Bukti Sertifikat Tanah di Al-Quds

Situs harian Turki, Yeni Safak, menyatakan bahwa negara ini menyimpan 171.360 dokumen kepemilikan tanah masa Ottoman di kantor-kantor catatan sipil al-Quds (Yerusalem). 133.365 di antaranya merupakan milik swasta, sementara 37.671 adalah milik lembaga-lembaga.

Menurut Yeni Safak, keberadaan dokumen-dokumen dari masa pemerintahan Ottoman ini membuat Israel khawatir.

“Di antara berkas-berkas kepemilikan pribadi, terdapat 139 sertifikat milik Sultan Abdul Hamid II (raja terakhir Ottoman). 137 sertifikat telah dipindahkan ke perbendaharaan di masa lalu dan hanya dua dokumen yang disimpan di kawasan Erihav di Yerusalem. Dokumen itu adalah bukti kepemilikan tanah seluas 30 ribu meter persegi atas nama raja terakhir Ottoman,” tulis Yeni Safak.

Media Turki ini mengabarkan, dokumen-dokumen kepemilikan tanah warga Palestina telah dikirimkan ke PLO.
Israel tidak mengajukan permintaan untuk mengambil dokumen-dokumen tersebut, karena jika mereka memintanya, berarti mereka mengakui bahwa mereka bukan pemilik tanah-tanah di Palestina.

Abdul Hamid II adalah khalifah ke-34 Ottoman dan merupakan sultan terakhir dinasti tersebut. Dia lahir pada 21 September 1842 dan naik takhta di tahun 1876.

Dia dilengserkan dari kursi kekhalifahan tahun 1909 dan berada dalam tahanan rumah hingga tahun 1918

(Sumber: topiktrend.com | liputanislam.com)

24 Desember 2017

AGEN RAHASIA ZIONIS

Israel tempatkan agen khusus di tengah pemrotes Palestina.

Wartapilihan.com, Ramallah –-Mereka berpakaian seperti pemrotes Palestina, berbicara dengan aksen dan ungkapan yang sama, dan menunjukkan tingkah laku yang sama. Wajah mereka ditutupi oleh keffiyeh atau balaclavas kotak-kotak, mereka melawan tentara Israel dan kadang-kadang melemparkan batu ke arah tentara, sambil menarik pemrotes lain saat mereka semakin dekat dengan tentara.

Kemudian, seketika terjadi ledakan, bentrokan itu meletus, dan kelompok ini tiba-tiba berbalik menyerang pada pemrotes Palestina lainnya, mengacungkan senjata yang disembunyikan di balik kemeja mereka, ditembakkan ke udara, menangkap pemuda Palestina yang terdekat dengan mereka dan melumpuhkan mereka ke tanah.

Tentara maju dan menahan orang-orang Palestina yang tertangkap, saat para pemrotes lainnya bubar, mereka meneriakkan satu kata sebagai peringatan kepada yang lain: “Musta’ribeen!”

Menyamar sebagai Orang Arab

Musta’ribeen, atau mista’arvim dalam bahasa Ibrani, adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Arab “musta’rib”, atau ‘sesuatu yang khusus’. Dalam istilah keamanan Israel, kata tersebut menunjukkan pasukan keamanan yang menyamar sebagai orang Arab dan melakukan misi di jantung masyarakat Palestina atau negara-negara Arab lainnya.

Para agen diberi pelatihan yang ketat, dan dalam operasi mengenai wilayah pendudukan, diajarkan untuk berpikir dan bertindak seperti orang Palestina. Misi utama mereka, menurut pakar urusan Israel, Antoine Shalhat, termasuk mengumpulkan intelijen, menangkap orang-orang Palestina, dan – di mata mereka – operasi kontra-terorisme.

“Unit musta’ribeen pertama didirikan pada tahun 1942 sebelum negara Israel terbentuk sampai tahun 1950,” kata Shalhat. “Unit ini adalah bagian dari Palmach, sebuah divisi elite milisi Haganah yang kemudian menjadi inti tentara Israel.”

Tidak banyak yang diketahui tentang agen ini karena mereka beroperasi secara rahasia, tambahnya. Tentara Israel membubarkan unit-unit ini begitu pekerjaan mereka diketahui dan membentuk yang baru untuk menggantikannya.

“Agen harus berbicara bahasa Arab seolah bahasa ibu mereka,” kata Shalhat. “Mereka menjalani kursus untuk menguasai dialek Palestina dan aksen Arab sesuai dengan negara Arab tempat mereka beroperasi, seperti Yaman atau Tunisia.”

Kursus ini memakan waktu antara empat sampai enam bulan dan mencakup bagaimana menguasai kebiasaan dan praktik keagamaan, seperti puasa dan doa.

Agen menggunakan makeup dan wig untuk melengkapi penyamaran mereka, namun mereka dipilih sesuai dengan seberapa mirip ciri fisik mereka terhadap orang Arab.

Secara keseluruhan, pelatihan ini bisa memakan waktu hingga 15 bulan dan terdiri dari pekerjaan lapangan operasional seperti mengemudi dan menembak, bagaimana cara bergerak di dalam kerumunan Palestina yang ramai, dan pelatihan senjata.

“Salah satu unit yang paling terkenal adalah Rimon, yang didirikan pada tahun 1978 dan tetap aktif sampai tahun 2005,” kata Shalhat. “Pekerjaan mereka sebagian besar terkonsentrasi di Jalur Gaza. Unit lain yang beroperasi di Gaza disebut Shimshon selama tahun 1980-an dan 1990-an.”

“Unit elite Duvdevan 217 masih beroperasi di dalam tentara, yang didirikan pada tahun 1980 oleh Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan saat ini berfungsi di Tepi Barat dan dianggap paling aktif dan tertutup.

Dalam demonstrasi baru-baru ini, dua pekan terakhir, warga Palestina telah memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Ratusan orang  telah ditangkap oleh pasukan Israel dan 10 orang telah terbunuh di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pekan lalu, saat salah satu demonstrasi di pintu masuk utara Ramallah di dekat pemukiman Bet Il yang ilegal, sekelompok Musta’ribeen menyusup ke dalam demonstrasi tersebut dan menangkap tiga pemuda Palestina. Wartawan Rasha Harzallah memberikan kesaksian.

“Mereka berada di sana hanya selama 10 menit,” kata Harzallah yang berdiri paling dekat dengan pemrotes Palestina pertama yang ditangkap pada hari Rabu, 13 Desember. “Mereka berpakaian persis seperti pemrotes Palestina lainnya dan melemparkan sebuah granat suara ke tentara.”

“Mereka berjumlah sekitar lima orang dan mengeluarkan senjata mereka dan mulai menembak ke udara,” lanjutnya. “Tentara kemudian tiba-tiba maju dalam jumlah besar, dan mereka mulai menembakkan pada orang-orang, bahkan pada jurnalis.”

Harzallah, yang bekerja untuk kantor berita resmi Wafa, mengatakan bahwa agen yang paling dekat dengannya mengenakan kemeja merah gelap dan wajahnya ditutupi dengan keffiyeh.

“Sebelumnya, dia berdiri di garis depan dengan pemrotes Palestina lainnya melemparkan batu ke tentara Israel,” katanya.

“Tentara kemudian tiba-tiba maju dengan cepat, kemudian saya melihat pria bertubuh merah sudah berada di atas seorang pemrotes Palestina, dan dia mengarahkan pistolnya ke arah saya dan fotografer di sebelah saya yang kemudian berteriak ‘jangan mendekat!'”

Cara Tentara Mengenali Mereka

Harzallah menjelaskan bahwa sebelum musta’ribeen membuat kehadiran mereka diketahui, para pemrotes melemparkan batu ke tentara Israel. Namun, tentara tidak merespons. Hal itu langsung menimbulkan kecurigaan.

“Mereka tidak melakukan apapun,” katanya. “Dari pengalaman, para pemrotes tahu bahwa ketika tentara Israel berhenti menembakkan granat suara, gas air mata, peluru karet, maka ada kemungkinan besar bahwa musta’ribeen hadir di antara mereka. Namun, bagaimana tentara bisa tahu siapa mereka?”

Dalam demonstrasi tahun 2015 yang biasa disebut oleh orang Palestina sebagai “Intifada pisau”, Harzallah menyaksikan serangan lain oleh petugas kebersihan yang menurutnya lebih buruk.

“Mereka menembakkan senjata mereka ke warga Palestina, satu di kepala dan yang lainnya berada di kakinya dari jarak dekat,” katanya.

“Saya melihat mereka menyeret orang-orang Palestina yang ditembak di kepala. Saya pikir dia sudah mati karena saya melihat potongan dagingnya di tanah.”

Pemuda itu, Mohammed Ziyadeh, bisa bertahan dan masih hidup; dia mengalami lumpuh.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera tak lama setelah insiden tersebut, Ziyadeh menyampaikan dari tempat tidurnya di rumah sakit bahwa setelah dipukuli oleh musta’ribeen, mereka melepaskan peluru di kepalanya dan dia kehilangan kesadaran.

“Ketika saya datang, mereka mulai menginterogasi saya, tetapi saya mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak dapat mengingat apapun,” katanya, bicaranya tidak jelas. “Mereka membawa saya ke rumah sakit dan memukul saya lagi.”

Ziyadeh menjalani dua operasi dan diinterogasi dan dipukuli. Pengacaranya akhirnya berhasil membebaskannya.

Dengan kemunculan para musta’ribeen dalam demonstrasi, orang-orang Palestina telah belajar untuk menjadi lebih waspada.

Salah satu cara membedakan diri dari agen Israel yang menyamar adalah menyelipkan kaos mereka ke dalam ikat pinggang mereka. Hal itu membuat senjata tersembunyi akan terlihat.

“Mereka juga harus berhati-hati saat sebuah kelompok menyeret pemrotes lainnya lebih dekat ke tentara,” kata Harzallah, “dan pastikan ada kelompok yang memantau pemrotes lainnya.” Demikian dilaporkan Aljazeera.

Moedja Adzim

© Warta Pilihan, 2017

22 Desember 2017

PALESTINA MENYAMBUT GEMBIRA RESOLUSI MAJELIS UMUM PBB

Alhamdulillah!!! AS Kalah Telak, 128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan AS Dan PBB Batalkan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel.

Majelis umum PBB menggelar sidang darurat terkait keputusan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada Kamis 21 Desember 2017.

PBB akhirnya menyetujui sebuah resolusi yang meminta Amerika menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Sebanyak 128 negara mendukung resolus Sementara itu 9 negara menolak dan 35 negara lainnya memilih abstain.

Dengan hasil ini, pengakuan Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibukota Israel batal dan tidak berlaku lagi seperti dikutip dari USA Today, Kamis (21/12/2017)

Sebanyak 193 negara anggota Majelis Umum PBB melakukan pungutan suara atas resolusi yang menolak atas keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota lsrael pada 6 Desember lalu.

Sebelumnya, langkah mundur Presiden Trump telah mengundang kecaman dari seluruh dunia dan Muslim bahkan sekutu AS pun mulai menentang tindakan atau klaim sepihak AS tersebut.

Dari 193 anggota, sembilan negara yang menolak resolusi tersebut yaitu: Israel, Honduras, Togo, AS, Palau, Kepulauan Mashall, Mikronesia, Nauru, dan Guatemala.

Sementara dua pertiga negara anggota PBB termasuk. Jerman, Perancis, ltalia, Belanda, Belgia, Portugal, Swiss, Swedia, Norwegia, Spanyol dan Yunani memilih untuk mendukung resolusi tersebut.

Kali ini, berbeda dengan di Dewan Keamanan PBB. AS tidak memiliki hak Veto di Majelis Umum ini.
Hukum internasional memandang Tebing Barat termasuk Yerusalem Timur sebagai "Wilayah yang diduki" dan menganggap semua pemukiman Yahudi yang dibangun diwilayah tersebut sebagai ilegal.

Resolusi tersebut juga menegaskan bahwa isu mengenai status akhir Yerusalem harus diselesaikan melalui negosiasi sesuai dengan resolusi PBB yang releven dan menyatakan bahwa keputusan yang mengubah status kota tersebut batal demi hukum.

AS juga kalah dalam pemugutan suara di Dewan Keamanan PBB terkait draf resolusi soal Yerusalem. Seperti dilaporkan The Guardian, Selasa, dari 15 anggota DK PBB, 14 negara menyatakan setuju pernyataan Donald Trump soal Yerusalem harus ditarik balik.

Merespon hasil voting tersebut, Dubes AS utk PBB Nikki Haley marah. Dia mengambarkan hasil voting tersebut sebagai sebuah penghinaan. Dia menegaskan bahwa AS punya hak untuk menempatkan kedubesnya dimana pun.

Palestina menyambut gembira resolusi Majelis Umum PBB ini. "(Hasil) pungutan suara ini adalah kemenangan bagi Palestina" Kata Nabil Abu Rdainal, juru bica Presiden Palestina Mahmud Abbas, seperti dikutip Reutrers.

Adapun Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, menyebut hasil pemungutan suara 128 berbanding 9 ini merupakan kemunduran besar bagi Amerika Serikat.

Sementara itu, Menteri luar Turki Mevlut Cavusoglu berkata, masyarakat antarabangsa menunjukkan dalam Majelis undian PBB terkait isu Baitulmaqdis "Maruah dan kedaulatan bukan untuk dijual"

17 Desember 2017

TAK ADA YANG ANGKAT TANGAN

(Oleh: Kak Wawan Herman Husdiawan)

Ini kisah nyata tentang anak-anak TK (Taman Kanak Kanak) di Gaza, Palestina. Cerita ini dituturkan oleh Kak Bambang Bimo Suryono salah seorang pencerita muslim terbaik juga guru saya yang pernah ke jalur Gaza beberapa waktu lalu.

Begini kisahnya, suatu hari Kak Bimo mendatangi TK di Jalur Gaza untuk menyalurkan bantuan dari Indonesia. Sekolah yang didatangi bernama TK Annajmul-Quran (TK Bintang Quran). Sekolah ini terdiri dari 7 orang guru yang kesemuanya hafal Al-Quran. Murid mereka berjumlah 163 orang anak yang merupakan anak yatim piatu korban perang.

Saat didatangi dan dibawakan bantuan tak satupun dari 163 anak korban perang yang menengadahkan tangan untuk meminta (mengemis), "Saya minta, saya minta roti!" Kalimat seperti ini sama sekali tidak ada. Mungkin tidak ada kamus meminta bagi anak anak Palestina. Padahal mereka sangat layak diberi, betul?

Lalu saat Kak Bimo hendak bercerita pada anak TK disana. Beliau mengawali dengan memberikan beberapa pertanyaan,

"Siapa diantara kalian yang ingin jadi dokter?" Tanya Kak Bimo

Ada tiga anak perempuan yang malu malu mengangkat tangan ingin jadi dokter.

"Siapa yang ingin jadi pemain sepak bola?" Tanya Kak Bimo lagi.

Riuuuuuh 6 - 7 anak anak laki-laki ankgat tangan.

"Saya, saya, saya" Teriak mereka semangat.

Ketika ditanya keinginan menjadi penyanyi, juga jadi presiden tak satupun angkat tangan. Awalnya Ka Bimo sempat berprasangka buruk bahwa anak Palestina sudah tidak berani bermimpi.

Lalu pertanyaan terakhir, ini paling menarik dan banyak hikmahnya untuk kita.

"Siapa yang ingin Syahid Fii Sabilillah?" Tanya Kak bimo dengan penuh semangat.

Mungkin Anda mengira akan banyak anak-anak TK yang rata-rata sudah hafal Al-Quran itu angkat tangan, betul?

Tapi nyatanya tidak ada satupun diantara mereka yang angkat tangan, tidak ada!

Anak-anak sholih, dan sholiha para penjaga Al-Aqsha itu tidak sekedar angkat tangan tapi mereka semua kompak, tanpa aba-aba, tanpa komando, mereka semua tanpa terkecuali spontan berdiri sambil kepalkan tangan dan berseru,

"Aku mau syahid, aku mau syahid, aku mau syahid...!!!"

Jawaban itu diteriakkan lantang dengan penuh keyakinan,

"Aku mau syahid menyusul ayahku di syurga, aku mau syahid seperti pamanku, aku mau syahid seperti kakakku...!!!"

Kata-kata itu diteriakkan keras dan tanpa ragu dari lisan penghafal Al-Quran yang masih alfa tanpa dosa.

Seketika Kak Bimo mundur, tak tahan tangisan beliau pun pecah, dadanya guncang karena mendengar dan menyaksikan cita-cita tertinggi mereka yaitu Syahid Fi Sabilillah. Bukankah ini impian tertinggi seorang mukmin? Dan itu diteriakkan oleh anak tak berdosa dengan mata merah menyala tanda keberanian yang luarbiasa.

Tidak selesai sampai disitu, Kak Bimo bertanya lagi,

"Siapa yang ingin syahid lebih dahulu?" Kali ini jawaban mereka lebij dahsyat lagi

"Saya saya saya!" Teriak mereka sambil kepalkan tangan bahkan anak-anak yang tadinya hanya berdiri kini naik ke kursi agar lebih terlihat oleh penanya bahwa impian tertinggi mereka adalah Syahid Fi Sabilillah lebih awal.

Siapa yang tidak merinding, berguncang dan menangis menyaksikan peristiwa yang mungkin tidak terjadi di tempat lain selain di bumi Allah Palestina.

Ayah bunda, bagaimana menurut anda kejadian ini?

Pertanyaannya kira-kira bagaimana cara mereka dididik? Apa yang dilakukan orangtua mereka? Sehingga masih TK saja sudah sedemikian indah cita-citanya. Mati syahid itu kalau benar niat dan caranya pasti garansi syurga, anak palestina paham ini. Sejatinya semua yang mengaku beriman pada Allah cita-citanya adalah Syahid Fi Sabilillah.

Sekali lagi kira-kira apa yang dilakukan orangtua palestina dalam mendidik anaknya?

Entahlah, satu hal yang saya tahu ini saya dengar dari seorang Syeikh asal Palestina saat kunjungannya ke NTB. Beliau mengatakan ada dua ruh utama bagaimana anak Palestina dididik orangtuanya:

1. Al Quran

Sejak 0 tahun sudah didengarkan Al-Quran, diajarkan Al-Quran dan didik dengan Al-Quran.

2. Kisah-Kisah

Anak-anak disana dikisahkan cerita dari Al-Quran, dikisahkan cerita para Nabi, Sahabat dan orang orang sholih terdahulu. Ini sangat merasuk dijiwanya.

Ujar salah seorang Syeikh Palestina. Sudah kah kita sungguh-sungguh melakukan dua hal diatas...?

Ahhhh..., membayangkan semua anak-anak Taman Kanak-Kanak tanpa dikomandoi bercita-cita mati syahid demi agamanya itu sungguh sangat istimewa.

Semoga buah hati kita kelak memiliki ruh Al-Quran, dan menjadi pejuang Al-Quran seperti anak-anak Palestina.

Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin...

SAVE AL-AQSHA

Ingatlah!

Bahwa di antara tanda-tanda Kiamat itu adalah:

Penaklukan Baitul Maqdis. Dijelaskan dalam hadits ‘Auf bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ... (فَذَكَرَ مِنْهَـا:) فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ.

‘Ingatlah (wahai ‘Auf) ada enam (tanda) sebelum datangnya hari Kiamat....’” (Lalu beliau menyebutkan salah satunya), “Penaklukan Baitul Maqdis.”(HR Bukhari)

Kembalinya kaum Yahudi ke Palestina sebagai tanda bahwa kiamat telah dekat, karena setelah mereka kembali, tidak lama setelah mereka berkuasa di Palestin kaum muslimin akan memerangi mereka dan baitul Maqdis ditaklukkan kembali oleh kaum muslimin, sebagaimana hadist.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

“Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali (pohon) gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim)

Panji-panji Ar Rayah yang mereka benci dan takutkan itu sesungguhnya sedang berkibar, janji Allah itu pasti adanya, kami muslim tidak ragu sedikitpun akan tibanya hari ini! Allahu Akbar!!!

Amanat Perdana Menteri Palestina:

"Kami tidak meminta kamu datang bersama-sama kami mengangkat senjata karena kami senantiasa siap disini utk mempertahankan tanah umat Islam, tetapi kami hanya meminta dari kamu doa karena doa lah senjata paling hebat yg tidak ada pada orang kafir.

INDONESIA BERSAMA PALESTINA

RATUSAN MASSA "SAVE AL-AQSHA"

Sejak pagi ratusan massa sudah berjubel di sekitar Ringin Chontong. Tampak mereka membentang spaduk panjang. (FT/DUTA.CO/IST)

JOMBANG | duta.co –  Sebuah spanduk panjang terbentang. Isinya sebuah persembahan total untuk Palestina. ‘Indonesia untuk Palestina. Save al-Aqsha’. Sementara sejumlah tokoh membentang bendera Palestina. Tampak KH Nur Hadi yang akrab disapa Mbah Bolong.

“Kita tidak bisa berangkat ke Palestina, maka, dengan sekuat tenaga dari tanah air kita persembahkan untuk Palestina, semoga Allah membebaskan Palestina dari penjajah Israel yangterkutuk,” demikian disampaikan KH Abdul Karim,pengasuh PP Darul Manshur, Mayangan, Jogoroto, Jombang kepadaduta.co, Minggu (17/12/2017).

Aksi yang dimulai sejak Minggu pagi ini, dikemas dengan  Doa Bersama oleh Aliansi Masyarakat Peduli Palestina. Hampir seluruh elemen masyarakat hadir, terutama warga NU dari berbagai Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU).

Walhasil, Jalan Wahid Hasyim yang dimulai dari Menara Air Ringin Conthong yang biasa dipakaiCar Free Day, menjadi lautan manusia. “Kita hadir untuk berdzikir dan berdoa bagi kaum muslimin di Palestina. Kita munajat kepada Allah swt agar warga Palestina dibebaskan dari kekejaman Israel dan Amerika,” demikian disampaikan salah satu peserta aksi.

Masih menurut KH Abdul Karim, meski kita marah besar terhadap Donal Trump atas pengakuan Jerussalem sebagai Ibukota Israel, tetapi, kemarahan itu harus dilampiaskan denganbaik dan benar. Umat Islam memiliki cara tersendiri dalam menyampaikan pendapat, di samping berdoa.

“Meski sejumlah elemen sudah menyatakan siap diberangkatkan ke Palestina, tetapi, upaya membantu kemerdekaan Palestina harus dilakukan dengan baik dan benar. Aksi damai dandoa menjadi salah satunya. Meski ditempa hujan dan panas, umat Islam tidak kendur semangat. Penderitaan warga Palestina jauh lebih berat dibanding kita,” tegasnya. (mky)